[Review] Holy Mother by Akiyoshi Rikako

32450412

Holy Mother adalah sebuah novel karya Akiyoshi Rikako yang menceritakan tentang pembunuhan anak berantai di kota Aiide.


Summary

Buku ini bercerita mengenai Honami yang merupakan seorang ibu. Ia sangat kesulitan dalam hal mengandung, sehingga anak tunggal satu-satunya sangat dilindungi olehnya dan ia akan melakukan segala cara demi anaknya itu, apalagi setelah berita pembunuhan anak. Diceritakan juga Makoto, seorang murid dari sebuah SMA yang dibeberkan semua pola pikirnya tentang apa yang ia lakukan sepanjang cerita. Kedua detektif Sakaguchi dan Tanizaki juga berperan penting dalam cerita ketika mengulik kasus pembunuhan anak berantai ini.

Review

Ulasan buku akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu kelebihan (atau, hal-hal yang saya suka dari buku ini) dan kekurangan (yaitu, hal-hal yang tidak saya suka dari buku ini).

(+)

  • Twist
    Ya, seperti biasa … lagi-lagi Akiyoshi Rikako menipu saya hampir di semua bagian cerita. Nggak tanggung-tanggung, twist yang dihadirkan di sini dibalut dengan begitu rapi sampai tidak sadar bahwa yang menjadi polanya sangat, sangat berhubungan. Saya tidak mau memberikan spoiler di sini, namun yang jelas, jika membaca novel tersebut, maka kalian mengerti apa yang saya maksud.
  • Plot
    Mantap. Tidak bisa dibantah lagi kalau jalan cerita yang dibuat penulis begitu kuat dan membuat pembaca terus-terusan membalikkan halaman untuk menanti kalimat-kalimat yang selanjutnya, tak terkecuali saya.
  • Characters
    Apa yang menjadi motivasi karakter, mengapa dia berbuat begini, begitu, semua dijelaskan dengan baik tanpa bermaksud menggurui.

()

  • Something ‘off’
    Ada beberapa hal yang saya masih menuntut penjelasan dari novel ini; saya merasa janggal di beberapa tempat, namun saya memutuskan untuk mengabaikan itu sampai ending; karena saya tidak dikecewakan dengan ending

 

Quotes

  • “Bahkan kalau perlu, Honami akan melindunginya dengan nyawanya.”
  • “Kalau misalnya ada informasi penting dan bukti penting yang muncul, anggaplah orang yang menemukannya adalah orang yang paling kau benci.”
  • “Jika sebelum kelahiran anak itu dalam kuasa Tuhan maka sesudah lahir, anak itu ada dalam kuasa sang ibu. Kalau setelah ini dia bisa melahirkan anak, Honami bertekad dia akan melindungi anaknya dengan seluruh jiwa dan raganya. Apa pun yang terjadi, dia akan terus melindungi anaknya sampai tetes darah penghabisan.”

Notes

  1. Buku Akiyoshi Rikako kedua yang saya baca
  2. Japanese literature keempat yang saya baca tahun ini
  3. Buku misteri ketiga yang saya baca tahun ini

Rating: 4/5

Advertisements

[Review] Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako

22432940

Girls in the Dark adalah sebuah novel karya Akiyoshi Rikako yang menceritakan tentang kematian Ketua Klub Sastra di SMA Putri Santa Maria, serta analisis-analisis dari anggota Klub Sastra mengenai kematiannya dalam bentuk cerpen.


Summary

Buku ini bercerita mengenai kematian Shiraishi Itsumi selaku Ketua Klub Sastra. Sumikawa Sayuri, Wakil Ketua Klub Sastra (kini menjadi Ketua Klub Sastra) sekaligus sahabat Itsumi, membuka pertemuan rutin Klub Sastra dengan tema yami-nabe. Yami-nabe dimainkan dengan keadaan ruangan yang tertutup dan gelap; sehingga peserta juga tidak bisa melihat satu sama lain. Selain yami-nabe, saat itu mereka, anggota Klub Sastra, sudah siap dengan cerpennya masing-masing yang bertemakan kematian Itsumi. Dan cerita pun mulai bergulir bersamaan dengan kenyataan yang semakin dekat dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Itsumi.

Review

Ulasan buku akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu kelebihan (atau, hal-hal yang saya suka dari buku ini) dan kekurangan (yaitu, hal-hal yang tidak saya suka dari buku ini).

(+)

  • Twist
    Of course … sebagai penggemar misteri, twist adalah hal yang paling saya nantikan dalam sebuah cerita. Ya, di novel ini memang ada elemen tersebut, Dari awal saja, walaupun saya sudah merasa adanya hawa ‘twist’ yang akan diceritakan penulis nantinya, tetap saja twistnya cukup menarik sampai saya menutup buku.
  • The Style
    Saya tidak menyebut gaya penulisannya, tapi saya menuliskan ‘gaya’ yang dimaksudkan di sini adalah gaya novelnya. Novel ini seperti rangkuman atas semua cerpen-cerpen oleh semua anggota. Juga tanggapan Sayuri setiap kali satu cerpen selesai dibacakan.
  • Characters
    Yep; pembacaan masing-masing cerpen itu membuat saya mengenal tokoh-tokohnya satu sama lain dengan lebih mudah. Saya jadi tahu ciri khas yang ini, itu, dan situ. Bisa membuat masing-masing karakter dalam novel menjadi menonjol tentu menjadi poin plus

()

  • Twist
    Iya, tidak salah baca, kok. Twistnya juga merupakan poin minus. Kenapa? Karena sejak awal saya sudah tahu siapa pembunuhnya. Feeling semakin kuat ketika menuju akhir buku. Namun ternyata, ada twist lagi di balik twist yang sudah saya ketahui.

Quotes

  • “Kau … pernah berpikir ingin membunuh seseorang?”
  • “Seperti Phantom yang bertekad mendidik Christine menjadi seorang diva. Seperti Watson yang selalu membantu analisa Sherlock Holmes. Seperti Scarlet O’Hara yang mendukung Melanie Hamilton di balik layar … orang-orang ini tidak menyayangkan tenaganya agar partnernya bisa terus bercahaya. Meskipun bertolak belakang, tapi saling bergantung. Benar … meskipun ada dua, tapi sebenarnya satu. Keberadaan mereka menjadi berarti saat partnernya bergemilang.”

Notes

  1. Buku Akiyoshi Rikako pertama yang saya baca
  2. Japanese literature ketiga yang saya baca tahun ini
  3. Buku misteri kedua yang saya baca tahun 2017

Rating: 4/5

[Review] One Little Thing Called Hope by Winna Efendi

30365720

One Little Thing Called Hope adalah sebuah novel karya Winna Efendi yang menceritakan tentang persahabatan, keluarga, kehidupan remaja di zaman modern, serta mengajarkan betapa pentingnya untuk rela melepaskan kepergian orang yang kita sayangi.


Summary

Buku ini bercerita mengenai Aeryn dan Flo yang menjadi sebuah keluarga karena pernikahan ayah Aeryn dan ibu Flo. Aeryn bersikap dingin terhadap keluarga barunya, sebab ia tak bisa menerima kenyataan bagaimana ayahnya dengan mudahnya menikah dengan Tante Hera dengan interval waktu yang tak jauh setelah ibunya meninggal. Namun Flo, yang menganggap Aeryn sebagai kakaknya, tidak mempermasalahkan sikap dingin Aeryn dan terus-terusan berusaha untuk mendekatinya dengan cara-caranya yang khas. Suatu hari, ada suatu kejadian yang membuat mereka berdua menjadi lebih dekat dengan satu sama lain, menjadi semakin kuat, dan menjadi sandaran untuk yang lainnya sebagai keluarga.

Review

Ulasan buku akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu kelebihan (atau, hal-hal yang saya suka dari buku ini) dan kekurangan (yaitu, hal-hal yang tidak saya suka dari buku ini).

(+)

  • Plot
    Plotnya memang sederhana, bagaimana kisah keluarga Aeryn dan Flo yang berjalin sampai masuknya bagian konflik, dan bagaimana mereka menemukan solusi untuk permasalahan masing-masing; walaupun tema yang diangkat cukup berat dan pembaca harus bijak bagaimana menyikapi tema yang ditulis dalam novel ini. Apa yang ditulis dalam novel ini, plot dan temanya, ditulis secara konsisten; masalahnya tidak melebar ke mana-mana, fokus.
  • Writing Style
    Dulu saya pernah membaca novel Winna Efendi yang berjudul Tomodachi. Gaya menulis yang dipakainya adalah apa yang diingat saya: indah, enak dibaca, menarik pembaca untuk terus-terusan melanjutkan membaca.
  • Family & Friendship
    Saya selalu suka dengan genre seperti ini; rasanya nyaman, seperti kembali di rumah. Dan Winna Efendi mampu membawakannya dengan baik di sini.
  • Detailed Information
    but not boring. Beberapa penyakit yang dijabarkan di sini memang langka dan tidak begitu banyak orang awam yang mengetahuinya, dan penulis menuliskan beberapa detail yang diperlukan; namun ia juga tidak menulisnya panjang seperti sebuah artikel atau salinan wikipedia. Cukup detail, namun tidak membosankan; sehingga penyakit yang ditulis di sini bukan sebagai tempelan saja. Lalu proses Flo yang () di rumah sakit juga dijabarkan dengan baik, bisa memberitahu pembaca bagaimana ia merasakannya.

()

  • Characters
    Ada beberapa karakter yang cukup mengesankan, seperti Flo dan Theo. Mereka punya ciri khas masing-masing yang membuat pembaca mudah untuk mengenali mereka. Sebenarnya Aeryn juga punya karakteristik seperti itu, hanya saja … ini preferensi saya saja, saya tidak suka dengan karakter yang digambarkan sempurna. Aeryn ini sempurna (kecuali masalah memasaknya, namun dikatakan juga bahwa sebenarnya dia bisa memasak, walaupun tidak banyak). Ia cantik, pintar, populer, keluarganya berkecukupan, ia dicintai dan disayangi oleh orang yang dicintai dan disayanginya juga. Saya kurang suka dengan karakter yang sempurna seperti ini. Lalu Genta juga sama sekali tidak mengesankan. Iya, ia pintar, cerdas, berambisi, dan sebenarnya dengan tujuan-tujuan yang Genta miliki untuk di masa depan, saya bingung bagaimana ia melakukan itu () yang bisa saja berkemungkinan menggagalkan impiannya.
  • Romance
    Saya kira buku ini hanya fokus di bagian Family dan Friendshipnya saja. Masalah Flo dan Genta bisa saya lewatkan karena mereka masa lalu. Namun untuk () dan (); menurut saya, (sekali lagi, ini preferensi saya) mengganggu keseluruhan cerita. Sebab saya menyukai mereka begitu adanya; bersahabat, saling menguatkan, tanpa ada romansa. Sayang sekali harus berakhir menjadi kisah cinta.

Quotes

  • “Mungkin kita hanya perlu mencari sumber-sumber kekuatan yang lain dan terus bertahan, melangkah sedikit demi sedikit.”
  • “Sering kali, dia yang tak terdugalah yang selalu ada di sisimu.”
  • “Collect moments, not things. Lost things can often be found, but lost moments will never be rediscovered.”

Notes

  1. Buku kedua dari Winna Efendi yang saya baca
  2. Novel dari penulis Indonesia dengan genre Romance pertama yang saya baca di tahun 2017

Rating: 4/5

[Review] Northanger Abbey by Jane Austen

northanger-abbey

Northanger Abbey adalah sebuah novel karya Jane Austen yang menceritakan kisah percintaan di Inggris pada abad ke-18, dibumbui dengan drama dan persahabatan.


Summary

Buku ini bercerita mengenai Catherine Morland yang mengikuti perjalanan keluarga Allen menuju Bath; dan itu adalah pertama kalinya ia menikmati kegiatan di perkotaan. Di sana, ia bertemu dengan keluarga Thorpe dan keluarga Tilney. Keluarga Thorpe yang pertama kali menjalin persahabatan dengannya, kemudian ia sendiri tertarik dengan keluarga Tilney, terutama anak kedua dari keluarga itu, Henry Tilney. Namun semakin lama, semakin terlihat sifat asli masing-masing anggota keluarga, dan Catherine semakin tahu bagaimana ia harus bersikap dengan orang yang ia anggap ‘sahabat-sahabat’nya.

Review

Ulasan buku akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu kelebihan (atau, hal-hal yang saya suka dari buku ini) dan kekurangan (yaitu, hal-hal yang tidak saya dari buku ini).

(+)

  • Writing Style
    Gaya menulis Jane Austen membuat saya tidak mau berhenti membaca, walaupun buku dengan genre Romance bukanlah favorit saya, namun ia mampu menjabarkannya dengan baik, menulisnya dengan rapi, dan tidak membuat saya bosan.
  • Character
    Tokoh utama, Catherine, walaupun tadinya digambarkan sebagai gadis yang polos, namun dia bukan gadis yang ‘mudah dibohongi’ dan bertindak ‘begitu lemah’. Dia bisa melawan dan (cukup) keras kepala, sehingga ia bisa melakukan apa yang ia mau, bukan hanya menuruti satu pihak saja. Sementara itu, karakter yang dari awal menyebalkan, seperti John Thorpe, benar-benar dibuat konsisten. Ada juga karakter bermuka dua yang membuat saya benar-benar sebal.
  • Plot
    Sudah saya katakan di atas bahwa sebenarnya genre Romance bukan favorit saya, namun plot yang dibawakan Austen di sini sangat menarik (meskipun cukup sederhana) dan sangat menyenangkan untuk dibaca sampai habis.
  • Friendship
    Persahabatan yang benar-benar tulus dan alami, seperti yang dijalani oleh Catherine dan salah satu tokoh, sangat kuat.
  • Just The Right Amount of Romance Content
    Mungkin ini sebabnya saya merasa novel ini sangat enak dibaca, karena romancenya tidak berlebihan sampai ke mana-mana, namun terasa pas dan cukup untuk kedua tokoh utama, juga karakter-karakter sampingan lainnya yang memiliki hubungan.
  • Drama
    Well … saya suka dramanya. Apalagi yang pas bagian ‘surat’ dan Catherine agak ngedumel itu.
  • Cover
    Tidak relevan dengan isi cerita, tapi saya suka dengan kover edisi buku yang saya baca (Penerbit: Noura Books). Kesannya cantik, simpel, manis, menarik, dan elegan.

()

surprisingly,
n o n e

Quotes

  • “Tidak ada pria yang terluka hatinya karena kekaguman pria lain terhadap wanita yang dicintainya; si wanitalah yang dapat menjadikan hal itu sebuah siksaan.”
  • “Catherine Sayang, berhati-hatilah saat kau hendak memberikan hatimu. Percayalah.”

Notes

  1. Buku klasik kedua yang saya baca di tahun 2017
  2. Buku dengan genre Romance pertama yang saya beri rating sempurna
  3. Buku Jane Austen pertama yang saya baca.

Rating: 5/5

[Review] Dunia Cecilia by Jostein Gaarder

dunia-cecilia

Dunia Cecilia adalah sebuah novel karya Jostein Gaarder yang menceritakan kisah antara tokoh utama dan malaikat penjaganya, dan menitikberatkan filsafatnya.


Summary

Buku ini bercerita mengenai Cecilia Skotbu yang bertemu dengan malaikat pelindungnya, Malaikat Ariel. Percakapan-percakapan mereka terjalin pertama kali di malam Natal; malaikat itu muncul begitu saja di jendela kamarnya. Sejak saat itu, mereka pun makin sering mengobrol, dengan topik-topik seputar ‘duniawi’ dan ‘surgawi’ yang menjadi fokus utama.

Review

Ulasan buku akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu kelebihan (atau, hal-hal yang saya suka dari buku ini) dan kekurangan (yaitu, hal-hal yang tidak saya suka dari buku ini).

(+)

  • Philosophy
    Ya, memang buku ini memfokuskan ke arah sana; dengan percakapan-percakapan antara Cecilia dan Malaikat Ariel itulah membuat mereka membicarakan mengenai hal-hal duniawi dan hal-hal surgawi. Bagaimana dan apa yang akan terjadi; apa yang ingin Cecilia lakukan dan ingin Malaikat Ariel rasakan. Gaarder dapat membungkus plot dengan tema ini tanpa terasa membosankan.
  • Theme
    Menurut saya, temanya sangat heart-warming, yang dimulai di malam Natal, kemudian dongeng dari Nenek, Gagak-Gagak Odin … semuanya terasa nyaman.
  • Writing Style
    Berkaitan dengan poin nomor satu; Gaarder menulisnya dengan apik sehingga tidak membuat saya bosan ketika membaca novel yang dipenuhi dengan filosofi ini.

()

  • Plotless
    Novel ini hampir tidak ada plot; kecuali bagian akhir novel ini yang tidak mau saya ceritakan isinya. 98% isi dari novel ini adalah konversasi antara Cecilia dan Malaikat Ariel.
  • Not Detailed Enough
    Kurang rinci, dan mungkin berhubungan dengan poin nomor satu. Seperti, apa penyakit yang diidap Cecilia?

Quotes

  • “Mungkin kita sedih ketika merasakan keindahan karena kita tahu itu tidak akan berlangsung selamanya.”
  • “Karena, saat kalian, manusia, bermimpi, kalian menjadi aktor sekaligus penonton. Bukankah itu sangat misterius?”
  • “Kebanyakan orang dewasa sering kali menjadi amat terbiasa dengan dunia sehingga mereka menganggap seluruh alam semesta ini biasa-biasa saja.”

Notes

  1. Buku ‘filsafat’ pertama yang saya baca
  2. Tertarik untuk membaca buku Gaarder lainnya, (especially Dunia Sophie).

Rating: 3/5

[Review] A Tale of Two Cities by Charles Dickens

29503086.jpg

A Tale of Two Cities adalah sebuah novel klasik karya Charles Dickens yang mengangkat tema historikal, kekejaman zaman pada abad 17, yang lebih memfokuskan pada kejadian saat sebelum dan saat terjadinya Revolusi Prancis.


Summary

Buku ini bercerita mengenai kisah hidup Dokter Manette dan keluarganya, kehidupan keluarga Defarge, serta tokoh-tokoh lain yang terlibat dan terjalin dalam novel ini. Dikisahkan bahwa Dokter Manette, yang dipenjara oleh kaum bangsawan saat itu oleh ‘sebab-sebab yang tidak jelas’, dinyatakan mati dan Lucie, anaknya, hidup yatim piatu di Inggris. Ternyata takdir berkata lain. Lorry, yang merupakan sahabat karib Dokter Manette, menceritakan semuanya pada Lucie. Di lain tempat, terdapat Ernest Defarge dan Madame Defarge, istrinya, yang berada di Prancis. Madame Defarge senang merajut, dan rajutannya memiliki arti ganda. Diam-diam ia menyimpan dendam yang amat sangat pada kaum bangsawan di negaranya sendiri. Dan kisah antara dua kota pun dimulai.

Review

Ulasan buku akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu kelebihan (atau, hal-hal yang saya suka dari buku ini) dan kekurangan (yaitu, hal-hal yang saya tidak suka dari buku ini).

(+)

  • Detail
    Charles Dickens mampu membuat potongan-potongan cerita menjadi utuh dan detail, dan semuanya akan terlihat menjadi ‘oh, begitu!’ ketika selesai membaca A Tale of Two Cities.
  • Plot
    Berhubungan dengan poin sebelumnya, alur cerita yang ditulis Dickens juga tidak main-main dan tertulis rapi.
  • Scene
    Adegan-adegan yang seharusnya mengerikan ditulis tidak terlalu berlebihan, tidak sampai membuat jijik atau mual (untuk saya) meskipun banyaknya darah yang tumpah di novel ini, mengingat latar belakangnya adalah Revolusi Prancis.
  • Character
    Ada beberapa karakter yang mengesankan untuk saya, seperti Sydney Carton dan Madame Defarge. Dickens jelas menggambarkan karakter mereka dengan konsisten sampai akhir buku.
  • Ending
    Penutup adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh bagi saya. Dan penutup novel ini, bisa dikatakan tidak mengecewakan.

()

  • Too Long
    Memang, saya mengatakan penggambaran dalam novel ini detail, namun ada beberapa hal yang sepertinya tidak perlu dituliskan pun tidak apa-apa, sehingga setidaknya bisa mengurangi beberapa lembar kertas. Belum lagi deskripsi Dickens yang memang panjang.
  • Protagonist
    Ya, ada beberapa karakter yang mengesankan, ada pula yang tidak. Lucie Manette sebagai protagonis tidak membuat saya terkesan, cenderung membosankan menurut saya, padahal dia karakter yang mengikat hampir semua karakter di novel ini. Darnay juga sama saja, saya tidak terlalu terkesan. Protagonis yang yang lebih saya suka justru Dokter Manette dan Lorry. Oh, tentu saja, pahlawan kita, Sydney Carton.

Quotes

  • “Saat itu adalah waktu terbaik, sekaligus waktu terburuk. Masa kebijaksanaan, sekaligus masa kebodohan. Zaman iman, sekaligus zaman keraguan. Musim terang, sekaligus musim kegelapan. Musim semi pengharapan, sekaligus musim dingin keputusasaan. Kita memiliki semuanya di hadapan kita, sekaligus tidak memiliki semuanya. Kita semua langsung pergi ke Surga, sekaligus langsung pergi ke jalan lainnya. Pendeknya, zaman itu bergitu persis dengan zaman sekarang.”

Notes

  1. Saya bukan penggemar buku klasik, dan sampai saat ini belum ada buku klasik yang benar-benar saya suka sampai saya membaca buku ini
  2. Buku klasik pertama yang saya baca di tahun 2017.

Rating: 4/5

[Review] Kafka on the Shore by Haruki Murakami

818109

Kafka on The Shore adalah sebuah novel karya Haruki Murakami yang mengangkat tema surealisme, fantasi, serta dibumbui kisah romantis dan persahabatan antar tokoh.


Summary

Buku ini bercerita mengenai Kafka Tamura dan Nakata, dua tokoh utama yang berasal dari latar belakang yang sama sekali berbeda, namun jalan cerita mereka berdua terjalin begitu saja. Kafka Tamura pergi dari rumahnya saat dia berusia lima belas tahun, berusaha untuk menyembunyikan diri dan melarikan diri dari ramalan yang disampaikan ayahnya. Nakata adalah seorang pria berumur yang kehilangan seluruh memori dan kemampuannya saat terjadi Perang Dunia II.

Review

Ulasan buku akan saya bagi menjadi dua bagian, yaitu kelebihan (atau, hal-hal yang saya suka dari buku ini) dan kekurangan (yaitu, hal-hal yang saya tidak suka dari buku ini).

(+)

  • Writing Style
    Gaya penulisan Haruki Murakami yang ‘cantik’, mengalir, indah, dan membuat saya terus-terusan ingin membalikkan halaman, membaca lagi dan lagi setiap kata yang ditulisnya.
  • Theme
    Tema surealisme yang mengangkat hal-hal yang sangat ganjil: ikan dan lintah yang turun dari langit, sosok ‘Colonel Sanders’ yang tidak diketahui siapa dan/atau apa dia sebenarnya, percakapan antara manusia dan kucing yang seringkali dianggap aneh, hantu Miss Saeki yang kerap kali berkunjung di perpustakaan tempat Kafka menginap, dua prajurit yang berada di titik terdalam hutan, ‘Crow’ yang menyerang ‘Johnnie Walker’, dan lain sebagainya.
  • Characteristic
    Karakteristik tokoh yang cukup kuat. Saya pribadi paling suka dengan:
    1. Nakata, bersikap polos namun bertanggung jawab, dan bagaimana dia mengatasi semua yang ada dalam kehidupannya sampai usianya yang saat ini meskipun memiliki keterbatasan
    2. Oshima, bersikap rapi dan tegas di saat yang diperlukan; yang paling diingat, first impression tentang Oshima adalah bagaimana dia dengan pensilnya saat pertama kali bertemu dengan Kafka di perpustakaan
  • Friendship
    Persahabatan antara Kafka-Oshima dan Nakata-Hoshino yang menarik dan mengikat.
  • Ending
    Penutup yang seperti ini, entah kenapa, memberikan kesan yang ‘kuat’ untuk saya.

()

  • Mysteries
    Misteri-misteri yang sampai saya mencapai halaman terakhir belum terungkap juga. Saya paling penasaran mengenai entrance stone itu, sih.
  • Scenes
    Ada beberapa adegan yang membuat saya mengernyit, dan menurut saya beberapa dari hal ini tidak perlu untuk dituliskan. Ada adegan gore yang cukup eksplisit dan adegan dewasa yang implisit.

Quotes

  • “Silence, I discover, is something you can actually hear.”
  • “Memories warm you up from the inside. But they also tear you apart.”
  • “Closing your eyes isn’t going to change anything. Nothing’s going to disappear just because you can’t see what’s going on. In fact, things will even be worse the next time you open your eyes. That’s the kind of world we live in. Keep your eyes wide open. Only a coward closes his eyes. Closing your eyes and plugging up your ears won’t make time stand still.”

Notes

  1. Buku ini saya baca di awal tahun 2017 (buku pertama dalam Goodreads Reading Challenge 2017), dan merupakan buku yang memuaskan sebagai pembuka tahun yang panjang ini
  2. Buku Haruki Murakami pertama yang saya baca, dan saya tertarik untuk membaca bukunya yang lain
  3. [Kafka on the Shore] memiliki ilustrasi yang menarik dan mendukung bagi siapapun yang ingin membaca dan memahami lebih dalam novel ini.

Rating: 4/5

My Identity … as an Author.

Ini kayaknya parah banget saya baru muncul lagi sekarang ….

Well,
Welcome back for me!

Untuk post pertama di tahun 2016 (dan apakah ini akan menjadi yang terakhir?) saya akan menjawab hasil tag dari salah satu teman yang sudah cukup dekat (padahal belum pernah ketemu) dan, terima kasih, shen, karena memberi kesempatan untuk menjawab dua puluh pertanyaan ini yang ada hubungannya dengan identitas seorang Qunny Victoria sebagai author.

(Maaf ya baru bisa dijawab sekarang :”))

  1. Q: Your real name?

A: Whoops, sorrycan’t tell. Sebenarnya memakai nama Qunny Victoria untuk menghindari orang-orang di dunia nyata dan segala pertanyaan mereka mengenai hobi yang saya geluti. Bukannya kenapa-kenapa … hanya ingin memisahkan diri saja. Lagian di dunia nyata jarang banget yang punya hobi kayak saya c:

  1. Q: Your current pen-name? When do you start using your current pen-name?

A: qunnyv19, dengan huruf ‘q’ kecil. Sebenarnya akun twitter qunnyv19 dibuat hanya untuk iseng-iseng aja tadinya (dan username lama bukan qunnyv19, tapi … ahah, hanya saya dan beberapa orang yang tau) karena di akun twitter ini saya mau ngeretweet tentang fandom-fandom gitu deh, dan kebanyakan teman di dunia nyata nggak bakal ngerti. Saya memakai qunnyv19 di akun twitter awal 2012, lalu bergabung di FFn akhir 2012. Jadinya … anggap aja tahun 2012 ya fixnya.

  1. Q: Story behind your pen-name?

A: Sejujurnya saya terobsesi sama ‘Queen’ sih. Ratu. Kayaknya elegan gitu. Cantik. Independen. Memukau. Akhirnya dari kata Queen itu terbentuk kata Qunny yang akhirnya menjadi nama di dunia maya (dan kebanyak memanggil nama itu; hanya sebagian besar yang mengetahui nama asli karena harus berurusan dengan media sosial atau yang memang sudah akrab tahu nama asli, tapi tetap manggil Qunny). Lalu Victoria. Victoria yang menjadi huruf ‘v’ di qunnyv19. Saya juga terobsesi sama Victorian Era; dulu pingin banget ngeriset soal zaman itu dan bikin fic (juga orific, kayaknya) yang berkaitan dengan Victorian Era. Semacam historical gitu. Tapi emang dasarnya males riset ya, jadinya sampai sekarang ketunda (udah berapa tahun ….)

Untuk angka 19 itu angka favorit, karena saya menganggap itu angka keberuntungan semenjak beberapa tahun yang lalu. Um. Enam tahun yang lalu?

Maka jadilah qunnyv19 sampai sekarang. Dan tak berniat untuk mengganti penname setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.

  1. Q: Where to find you?

A: Saya punya banyak medsos sih tapi yang agak sering dibuka sekarang hanya twitter.
twitter: @qunnyv19
facebook: Qunny Victoria
Saya juga punya akun di FFn, AO3, wattpad, semuanya berada di bawah naungan nama yang sama: qunnyv19. Jangan sungkan-sungkan untuk menyapa kalau ketemu di medsos itu ya c:

  1. Q: Why do you write?

A: Karena suka baca. Baca dari kecil sampai minus udah melewati batas dan makin susah turun …. Dengan menulis bisa menuangkan imajinasi sih. Klise banget ya? Tapi ya gitu deh. Hobi sampai saat ini (yang sudah saya temukan sendiri dan pastikan) itu hanya menulis, membaca, dan mendengarkan musik.

  1. Q: Where do you usually get inspiration for your writing?

A: Jujur ya, random. Kadang bisa di kamar mandi, kadang pas mau tidur, kadang lagi bete banget di suatu ruangan (hahahaha). Di perjalanan pun kadang dapat ide. Jadi nggak menentu.

  1. Q: Genre you usually write?

A: Kebanyakan RomanceAngst, Family, Friendship, Drama, Hurt/comfort, like that. Lagi mengeksplorasi genre Poetry sih. Terus pengen nyoba ke Adventure dan Suspense juga.

  1. Q: Genre you usually read?

A: Banyak. Saya pemakan segala kalau urusan membaca. Dari historical ke non-fiction sudah pernah. Saya sebenarnya bukan masalah genre sih kalau membaca, tapi lebih kepada plot dan pembawaan ceritanya. Kalau asik ya lanjut. (Tapi jujur saya nggak pernah ngedrop suatu buku karena satu alasan … sayang. Ya kan saya udah beli gitu loh.)

  1. Q: Current interest in writing?

A: Oneshot di atas 5k+ words untuk mengeksplorasi perkembangan karakter. Lalu saya juga punya proyek berjudul A****t**P*******o*L*** 8D. Ada lagi proyek fanfiksi crossover Harry Potter x One Piece (tapi ini beneran untuk kepuasan pribadi … HAHAHA). Kalau untuk orifiction udah punya ide dan tokoh utama, hanya saja butuh riset …. Ada lagi kerangka untuk satu orific … ah sudahlah ….

  1. Q: Your typical favorite fictional character?

A: Hmm … yang bisa berpikir jernih dan nggak berisik, juga unik dalam artian karakteristiknya masing-masing. Kayak Luna Lovegood (Harry Potter) dia sangat unik, cerdas, punya akal juga. Pemberani sih pastinya. Lalu Bellatrix Lestrange (Harry Potter). Apa yang perlu diketahuin soal karakter ini? Kejam, cerdas, loyal. Roronoa Zoro (One Piece). Sejujurnya dia agak-agak … sih, oops. Tapi dia keren XD

Fun Fact: Saya nggak pernah menemukan karakter utama dalam suatu cerita yang saya sukai. Lebih banyak menyukai karakter samping atau villain/anti-hero. Kenapa? Entahlah. Tapi hanya ada satu karakter utama yang saya suka, yaitu Lelouch Lamperouge (Code Geass). Ini anime yang menurut saya keren banget sih endingnya. Paling suka endingnya yang bikin saya … nyesek.

  1. Q: Name your own favorite fiction(s) and the reason why?

A: Should I? XD

Dari orific dulu deh ya. Kebanyakan tidak dipublikasikan ke dunia maya karena banyak alasan, tapi ada juga yang dipublikasikan (yang akan langsung saya beri link). Saya sebut judul dan alasan saja deh.

  1. Masih Ada Hari Esok. Kenapa? Ini cerita pendek yang sangat pendek, namun saya mencoba menulis pakai rima gitu deh jadi favorit.
  2. Thunder. Kenapa? Ini bukan cerita utuh sih, tapi lebih menyerupai puisi. Saya suka karena tema yang dark di sana.
  3. Lift. Kenapa? Ini adalah cerita pertama dari kehidupan keseharian seorang tokoh fiksi yang saya buat (namanya Gilbert Smith). Sneak peek, ini mengenai dia yang sedang terburu-buru dan harus stuck di lift bersama sepuluh orang lainnya.
  4. Kamu Itu. Kenapa? Fiksi ini dibuat dengan sedikit, uhm, ganjen? Anyways, saya suka aja karena aura ‘anak-muda’nya masih kerasa di situ. *laughs*
  5. Purata Jendela. Kenapa? Ini temanya agak historical gitu, berbeda dengan fiksi-fiksi saya yang biasanya (lah, kan saya malas riset, makanya keajaiban bikin historical) mengenai seorang tentara Jepang dan gadis Indonesia. Dan Purata Jendela sudah terpilih untuk jadi salah satu cerpen yang dibukukan dalam ‘Kasih Tak Sampai‘ proyek nulisbuku pada tahun 2015 lalu.

Oke, itu orific. Sekarang untuk fanfiksi. Karena fanfiksi kebanyakan dipublikasikan … ya jadi saya masukkan semua linknya langsung. Sebenarnya kalau fanfiksi favorit banyak … tapi saya batasi jadi lima deh.

  • Iridescent. Oneshot. Draco/Luna. Friendship; Hurt/Comfort; Drama. 4k+ words. Mengenai mereka berdua setelah Perang Besar di Hogwarts dan … ya, mereka jadi punya interaksinya sendiri. Favorit banget karena saya benar-benar menikmati proses penulisannya. Dan jujur saya sendiri suka sama endingnya, sorry not sorry XD
  • Rasai. Oneshot. Eren/Annie. Tragedy/Supernatural. 1k+ words. Saya suka karena saya membawa tema surealisme di sini. Jarang-jarang mengangkat tema kayak gini dan di luar zona nyaman.
  • snowdrop. Oneshot. Satoshi/Mayaka. Romance; Hurt/Comfort; Angst. 2k+ words. Saya menulis fanfiksi ini dengan sangat hati-hati, karena Satoshi/Mayaka merupakan OTP yang sangat precious.
  • shit happened. Oneshot. Crossover Hyouka x Naruto. Slice of Life; Friendship. 1k+ words. Ini saya buat karena penasaran bagaimana jadinya kalau Oreki Houtarou dan Nara Shikamaru yang benar-benar malas dijadikan dalam suatu kelompok.
  • good night, sleep tight, swordsman. Drabble. Zoro/Robin. 100 words. Fanfiksi Zoro/Robin yang pertama, yes. Walaupun singkat tapi padat. Dan fanfiksi ini terdapat dalam Parts of the Day series yang saya buat di AO3. (Di dalam seri itu ada empat fanfiksi mengenai Zoro/Robin dari malam, pagi, siang sampai sore, dan wordsnya tepat 100 kata.)
  1. Q: It might sound narcissistic, but what’s something special from your writing?

A: Waduh. Sejujurnya saya bahkan nggak tahu apa yang menjadi kelebihan dalam penulisan saya, apalagi karena saya juga masih dalam proses belajar dan terus belajar. Saya hanya menyimpulkan dari beberapa feedback dan review yang diberikan oleh readers. Banyak yang bilang bahwa bahasa saya cenderung simple dan ringan, namun pembawaannya menjadi mengalir sehingga membuat mereka menikmati membacanya. Juga pembawaan suatu karakter di tangan saya menjadi lebih kuat dan lebih ketahuan karakternya kayak gimana.

Tapi sejujurnya saya pun nggak tahu. Kalau ada yang berkenan memberikan kritik dan saran, bisa mengunjungi fiksi yang sudah saya sertakan di link di atas. (Kalau mau mengunjungi ffn dan ao3 dengan judul yang lain boleh-boleh saja sih, hihi.)

  1. Q: Aspects you still feel lacking?

A: Banyak. (1) Kosakata yang belum terlalu banyak (see? Banyak yang bilang simple). (2) Suka menunda waktu menulis. (3) Cepat bosan; maka saya kalau bisa sekali duduk langsung selesai (rekornya sih 12k+ words sekali duduk), kalau harus nulis berhari-hari jadinya agak males. (Itulah mengapa ide cerita untuk novel nggak rampung-rampung *cries*). (4) Beberapa ide suka terlupakan. (5) Kadang pembawaan cerita terlalu cepat (karena cepat bosan itu jadinya pingin cepat-cepat selesai). (6) Terus EyD saya juga belum sempurna sih, jadi dalam penulisan juga kan itu penting sekali. (7) Konflik yang belum terlalu kuat (cerita saya biasanya konfliknya ringan-ringan atau malah nggak ada konflik). (8) Malas riset (ini benar-benar bahaya padahal saya mau bikin historical; dan inilah penyebab saya lebih suka tulis setting Canon daripada AU; kalau Canon saya gak perlu banyak-banyak riset HAHAHA). (9) Penulisan latar (terutama latar tempat) yang masih kurang).

 

  1. Q: Biggest challenge you’ve ever encountered when writing something?

A: Tantangan saat menulis fanfiksi bergenre misteri. (Ini juga yang saya ceritakan fanfiksi 12k+ words selesai sekali duduk). Karena saya juga suka membaca genre misteri, saya nggak mau pembaca kecewa dengan karya saya. Hasilnya so so lah, saya pun nggak bisa menilai.

Tapi kalau tantangan setiap harinya itu … BAGAIMANA BISA MEMBULATKAN NIAT SUPAYA BISA LANGSUNG NULIS.

  1. Q: About your writing, what do you want to accomplish next?

A: Menyelesaikan proyek-proyek yang belum terselesaikan, menggali ide-ide baru yang segar supaya juga lebih menarik, melatih skill menulis, dan berani untuk step-up untuk melawan diri supaya nggak mager riset lagi.

  1. Q: What is something you usually avoid when writing?

A: Terlalu banyak pengulangan kosa kata. Misal ‘kata’, biasanya selanjutnya akan saya ganti dengan ‘tutur’ atau ‘ucap’. Lalu penggunaan kata ‘nya’ dalam satu paragraf yang terlalu berlebihan. Saya juga menghindari deskripsi untuk menggambarkan ciri fisik yang menurut saya … aneh, atau saya memang nggak sreg dan memang bukan tipe saya (contoh: surai), sehingga saya lebih sering langsung menyebut nama si tokoh saja. Terus saya sekarang juga menghindari romance instan. Jadinya harus ada perkembangan dari karakter-karakter yang bersangkutan dulu. Dan penyakit terburuk sampai sekarang: menghindari menulis yang membutuhkan riset. Parah. Harus segera disembuhkan!

  1. Q: What is something you really want to improve from your writing?

A: Kekurangan-kekurangan yang ada di nomor 13. *smiles*.

  1. Q: Do you have other interest aside from writing? And reasons why?

A: Membaca. Membaca membuka wawasan dan tentu menambah ilmu untuk menulis. Lalu mendengarkan musik. Apalagi kalau mendengarkan musik sambil menulis. Menonton. Soalnya saya menyukai segala hal yang berbau fiksi. Oh ya, saya juga melakukan RP (Role-Playing) di twitter. Kalau ada yang tahu bagus, kalau ada yang nggak tahu … well, di google banyak kok pengertiannya. Ya, tipikal-tipikal manusia yang malas keluar rumah (kecuali kalau terpaksa dan/atau diajak teman dekat).

  1. Q: If you have ability to master one skill in one night, what skill will you choose?

A: Ini ada hubungannya sama menulis apa enggak? Kalau ada hubungannya sama menulis, saya pingin mengetahui segala hal yang ada di dunia sehingga bisa langsung saya catat yang berhubungan dengan fiksi saya, sehingga gak perlu riset lagi. Kalau nggak ada hubungannya sama menulis … pingin terbang.

  1. Q: Protips from you to whomever read this?

A: Anggaplah kritik sebagai vitamin dan pujian sebagai camilan. Kritik membuatmu berkembang dan jangan pernah meremehkan kemampuan hal itu. Nggak mau mendengarkan kritik dan memperbaiki diri setelah mendengarnya? Tamat riwayatmu. Lalu cobalah untuk meraih impian (baik yang hobi menulis maupun tidak, ya) walaupun orang-orang di sekitar terus menekan dan/atau menolak mempercayai bahwa kamu bisa. Ikuti kata hatimu karena sering kali dia benar. Mengikuti arus main-stream mungkin akan membuatmu terkenal (ada kemungkinan untuk hal itu) namun jika kamu menjadi dirimu sendiri, maka kamu akan diakui (entah esok, lusa, atau bertahun-tahun kemudian). Percayalah.

love,
qunnyv19

P.S: Sekali lagi, trims Shen! XD

[Review] In a Blue Moon by Ilana Tan

25053346

Judul: In a Blue Moon
Penulis: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: April, 2015
Tebal: 320 Halaman


Saya sudah pernah membaca kelima buku Ilana Tan yang lain; tetralogi empat musim dan Sunshine Becomes You. Ciri khas Ilana Tan terdapat dalam gaya penulisannya, manis dan cantik menurut saya. Buku In a Blue Moon ini mengisahkan tentang Sophie Wilson dan Lucas Ford yang bertemu sepuluh tahun kemudian setelah bersekolah di SMA yang sama. Lucas sudah membuat hidup Sophie menderita di masa SMAnya, dan ketika dipertemukan kembali, Sophie tidak berniat untuk memaafkan Lucas.

Yang pertama kali diperkenalkan dalam novel ini (sekaligus yang berperan besar dalam pertemuan Lucas dan Sophie, tentunya) adalah Gordon Ford, yang merupakan kakek Lucas, berniat untuk menjodohkan Lucas dengan cucu dari teman baiknya, Thomas Wilson. Lucas Ford, kepala koki tampan dari Ramses, New York, harus dihadapkan pada kenyataan bahwa Sophie masih membencinya walaupun sepuluh tahun telah berlalu. Sejak saat itu, Lucas berniat untuk mengubah pemikiran Sophie tentangnya.

“Aku membencimu,” sembur Sophie sekali lagi. Kekesalannya semakin besar dan ia tidak bisa mengendalikan mulutnya. “Tapi mereka semua menyukaimu. Kenapa mereka menyukaimu? Kenapa hanya aku yang membencimu? Apakah aku salah? Apakah kau sebenarnya tidak seburuk yang kuduga?”

Karakter Sophie Wilson digambarkan sebagai pribadi seorang wanita yang dingin dan jutek. Dia tak segan-segan berkata bahwa dia masih membenci Lucas atas apa yang dilakukannya dulu. Karakter Lucas Ford di sini juga digambarkan dengan kuat, bahwa dia adalah laki-laki yang sudah dewasa dan bisa mengandalkan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Hanya saja, saya tidak bisa menemukan kekurangan dari Lucas Ford ini. Dia tampan, cerdas, menarik, jago masak … ya, karakter ini kurang realistis karena terlalu sempurna bagi saya.

Selain dua tokoh utama tersebut, terdapat dua karakter lagi yang berperan penting dalam perkembangan hubungan mereka, yaitu Miranda Young, seorang model cantik yang menarik, sering berada di sisi Lucas bahkan sebelum Sophie memasuki dunia Lucas. Ada lagi Adrian Graves, sosok dari masa lalu Sophie, yang muncul lagi dalam kehidupannya. Latar tempat dalam novel ini adalah New York, kota ramai yang terletak di Amerika Serikat.

Sejujurnya saya kagum dengan Ilana Tan karena selalu menulis novel berlatarkan luar negeri, tetapi tampaknya dia tidak kesulitan dalam menggambarkan latar tempat itu. Walaupun begitu, New York di sini memang kurang ditonjolkan, sih, menurut saya. Ilana Tan lebih menonjolkan latar suasana para karakter untuk membuat emosi para pembaca naik turun. Meskipun latar tempatnya adalah New York, tapi tokoh utama cerita ini adalah Sophie Wilson, yang dikatakan keturunan Asia. Saya merasa keturunan Asia yang dimaksud di sini adalah keturunan Indonesia, mengingat buku-buku Ilana Tan lainnya menyertakan karakter utama perempuan keturunan Indonesia.

“Apakah ada kemungkinan kau akan menyukaiku dan ingin mengenalku lebih baik?”

Secara keseluruhan, alurnya cukup biasa. Hubungan benci yang berkembang menjadi cinta, terdapat tokoh dari masa lalu dan tokoh yang mengejar-ngejar karakter utama, dan pada akhirnya hubungan kedua karakter utamalah yang berhasil. Tapi … Ilana Tan berhasil membuat saya ingin membacanya seharian non-stop! Buku ini berhasil saya selesaikan tidak lebih dari lima jam karena saya jatuh cinta dengan perkembangan hubungan Sophie dan Lucas yang terlihat natural dan tidak dipaksakan. Adegan drama tak luput dari kisah roman ini, tapi tidak mengurangi kemanisan yang sudah ada, dan buku ini cocok untuk yang ingin membaca kisah manis dan menyenangkan, dengan gaya penulisan khas yang dapat membuat kita jatuh cinta dengan buku ini.

Rating: 2.2/5

.

Diikutkan dalam: 100 Days of Asian Reads Challenge

Daftar Peserta Pelemparan Prompt #RandomChallenge

[Dari thread berikut, terkumpul empat puluh delapan peserta dan empat puluh delapan prompt.]

Nomor yang ada di dalam kurung, berada di samping nama kalian, berarti adalah nomor prompt yang sudah kamu dapatkan. Silakan scroll ke atas atau ke bawah untuk menemukan prompt, genre, dan keterangan yang sudah kalian dapatkan.

Goodluck! 😉

  1. Kaede Airi (14)
    Prompt: Detik Terakhir. Genre: Suspense. Keterangan: Ayah yang jatuh cinta pada putrinya sendiri (taboo love story gitu).
  2. Geesha Andika (38)
    Prompt: Venus, Feminisme, Prasejarah (bisa diterjemahkan sebagai dewi, tanaman pemakan serangga, patung feminisme prasejarah, dll). Genre: Poetry (nggak harus bentuk puisi secara utuh, bisa juga hanya diselipi puisi). Keterangan: Karakter utamanya harus perempuan, biar cocok sama promptnya.
  3. Mufti Aldio Randyoka W (48)
    Prompt: Awan (yang menghiasi langit). Genre: Friendship. Keterangan: Tokoh utama berkepribadian menyebalkan tingkat akut (misal: sombong parah, cuek banget, lidah tajam yang nggak pilih-pilih, keras kepala super, atau yang lainnya).
  4. Dewi Anggraini Bura (37)
    Prompt: Hati (silakan bayangkan yang mana). Genre: Crime. Keterangan: Karakter utamanya boleh cowok atau cewek polos. Endingnya kalau bisa yang mengejutkan, ada plot twist se-implisit mungkin.
  5. Ghina Rifqina (26)
    Prompt: Kehamilan. Genre: Family. Keterangan: Karakter utamanya seorang ayah atau seorang anak, kalau bisa digambarkan kepolosan mereka begitu tahu kehamilan sang ibu.
  6. Niken Wulandhini (43)
    Prompt: Kerajaan. Genre: Romance. Keterangan: Karakter utama Tsundere (bebas laki-laki atau perempuan).
  7. Riztia Chairunnisa (1)
    Prompt: Hujan. Genre: Romance. Keterangan: Karakter utama super cuek, kalau bicara ngirit banget. Karakter utama lainnya (lawan main karakter utama) harus bersifat kekanak-kanakan, manja, cengeng, dsb.
  8. Irene Octavyn Simaremare (9)
    Prompt: Broken-heart. Genre: Hurt/Comfort. Keterangan: Karakter utama cowok yang tenang, tapi aku pengen kalau patah hati cowok itu benar-benar kacau deh.
  9. Angela Kurniawan (40)
    Prompt: Dark. Genre: Supernatural atau Tragedy. Karakter utama cowok yang memiliki masa lalu atau masa depan yang suram.
  10. Jar Tristan (27)
    Prompt: Cerita rakyat. Genre: Adventure. Keterangan: Karakternya harus seorang hobbit. Aku tidak peduli kalau itu mau fusion fic dengan The Hobbit atau langsung dari fandom itu, atau cuma bawa nama doang (maksudnya nggak pakai setting The Hobbit, cuma bawa jenis hobbit doang).
  11. Snawta Aci Qyrios (47)
    Prompt: Sakit. Genre: Tragedy atau Angst. Keterangan: Karakter utama cowok yang dulunya perfect berubah menjadi cowok lonely akibat depresi akut karena menderita penyakit yang mematikan. Pokoknya menurut dari sudut pandang karakter utama, kehidupannya harus terasa benar-benar kacau.
  12. Kukuh Rianto (15)
    Prompt: Ouija, Jendela, Kursi. Genre: Romance. Keterangan: Harus ada tokoh yang mati dan tidak boleh tragedi.
  13. Monalisa Lai (12)
    Prompt: Apa Itu Jahat. Genre: Crime atau Spiritual. Keterangan: Di dalamnya harus terdapat sebuah tindakan kriminal yang ‘tidak biasa’, terus pemeran utama dalam ceritanya harus tokoh canon yang pernah melakukan sebuah kejahatan (mau itu kecil atau pun berat).
  14. Gita NaruFujo (10)
    Prompt: Kedai, Reinkarnasi, Janji. Genre: Family. Keterangan: Harus ada tokoh yang berusaha mengumpulkan atau menyatukan kembali temannya di masa lampau (beberapa tokoh tidak kehilangan ingatan mereka akan kehidupan mereka di masa lampau). Nggak boleh bad/sad ending. Kalau bisa dari fandom Tokyo Ghoul.
  15. Serion Furukawa (24)
    Prompt: Jerami, Tujuh, Lumpur. Genre: Mystery. Keterangan: latar tempat di peternakan dan bar (selebihnya terserah) dan buat plot twist di dalamnya. Karakter utama: dua pasang remaja tanggung, pemecahan misteri layaknya seperti dalam anime Hyouka.
  16. Claraferllia Cresntnnova (33)
    Prompt: Trace. Genre: Angst. Keterangan: Seseorang yang baru ditinggal kekasihnya pergi untuk selamanya dan dalam kondisi masih berduka, tanpa sadar membelikan bunga mawar champagne (boleh karena sudah menjadi kebiasaannya atau hanya karena ada mood buat membelikan pacarnya sesuatu) untuk kekasihnya, tapi baru sadar kalau kekasihnya sudah tidak ada saat di tengah jalan menuju ke rumah kekasihnya.
  17. Rasya Swarnasta (16)
    Prompt: Negatif, Positif (bebas maksudnya apa). Genre: Sci-Fi. Keterangan: Cantumin satu nama ilmiah yang “keren”. Ada tokoh masochist (bukan tokoh utama) yang berpengaruh dalam cerita.
  18. Muhammad Lutfi (20)
    Prompt: Root access. Genre: dilarang menggunakan genre sci-fi/fantasy/genre yang banyak melibatkan teknologi. Keterangan: Dalam sistem operasi berbasis Unix (Linux/Mac OS X), akses “root” adalah akses yang memungkinkan si pengguna memodifikasi sistem tanpa batasan, bahkan bisa dipakai untuk menghapus total isi sebuah komputer/server. Akses ini biasanya cukup berbahaya jika dipegang oleh orang-orang yang tidak kompeten. Setelah mengetahui penjelasan tersebut, buatlah fanfiksi dengan menggunakan terminologi “root access” yang melibatkan teknologi sesedikit mungkin. Pairing slash sangat dianjurkan. Tidak boleh sad/bad ending.
  19. Aki (39)
    Prompt: Pengkhianatan. Genre: Family atau Angst. Keterangan: Kakak yang berkhianat pada adiknya. Kakak di sini bukan kakak kandung.
  20. Shirei Shou (23)
    Prompt: Darah. Genre: Humor. Keterangan: Darah tidak boleh berasal dari tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya.
  21. Hama Hitam (22)
    Prompt: Kita mengumpulkan debu. Genre: Mystery. Keterangan: Angin apa ini? Dinginnya melebihi rindu. Menantikan ending yang twist.
  22. Cesc Ryusuke (36)
    Prompt: Fatamorgana, Hutan, Pengelana. Genre: Bebas kecuali Family, Romance. Keterangan: Tokoh utamanya pria berumur 28 tahun.
  23. Alice Dreamland (11)
    Prompt: Tersesat dalam ilusi. Genre: Supernatural. Keterangan: Ada selipan romancenya.
  24. Khairunnisa Rahayu (2)
    Prompt: Utopia tak tersentuh. Genre: Fantasy atau Romance. Keterangan: Sesuatu yang berkaitan dengan kesempurnaan, meskipun tiada yang memenuhi standar kesempurnaan di dunia ini. Karakter kalau bisa yang punya watak keras kepala.
  25. Widanarko Godo Hutomo (41)
    Prompt: Acrotomophilia, Sebatangkara, Pemerkosaan. Genre: Hurt/Comfort. Keterangan: Karakter utama (pria) memiliki penyakit acrotomophilia, karakter utama (wanita) punya penyakit cacat pada kakinya, harus happy end.
  26. Yuuma Akihiro (7)
    Prompt: Cupid. Genre: Romance atau Fantasy. Keterangan: Tokoh utama cewe adalah seorang manusia yang bekerja sebagai cupid (bertugas memanah dua orang manusia yang berjodoh dengan panah cinta) kemudian berpartner dengan cowo cupid yang anehnya malah nggak percaya cinta. Harus happy end ya, tapi tolong buat yang nggak mainstream.
  27. Mikurira Erusha (35)
    Prompt: Abu-abu (maksudnya sesuatu yang tidak bisa dibilang kejahatan atau pun kebaikan, ngerti kan maksudnya?). Genre: Crime. Keterangan: Endingnya harus bisa membuat pembaca memilih sendiri (dengan pikiran mereka) apakah tindakan si tokoh itu termasuk hitam (kejahatan) atau putih (kebaikan).
  28. Titania Lovegood (18)
    Prompt: Bunga Sakura. Genre: Horror atau Mystery. Keterangan: Saya ingin siapa pun yang dapet prompt ini bisa mendeskripsikannya sebagai “horror yang indah”. Tokoh utamanya terserah aja mau dibikin gimana.
  29. Felly Feliza (31)
    Prompt: Photo, Abstrak. Genre: Bebas kecuali Tragedy dan Romance. Keterangan: Tidak boleh bad ending, karakter utama harus seorang anak kecil berumur 6 tahunan.
  30. Lettuce Strong (44)
    Prompt: UZA (artinya itu annoying/menjengkelkan). Genre: Poetry. Keterangan: Gak harus poetry semua, kok. Di dalam FFnya nanti, harus menggunakan setting Alternative Reality dan kalau bisa penulis menceritakan bagaimana sang tokoh di masa lalunya.
  31. Elfirza Zain (19)
    Prompt: Unspeakable, Vampire, Sadness. Genre: Mystery atau Suspense. Keterangan: Karakternya adalah seorang yang broken home dan transgender, serta memiliki kelainan seksual. Ia juga memiliki kepribadian ganda. Kepribadian satu, masokis. Kepribadian dua, tipe psikopat. Boleh sad atau happy ending.
  32. Gina Atreya (8)
    Prompt: Menggoda. Genre: Romance atau Humor. Keterangan: Kalau bisa karakternya cowok yang dasarnya bermulut tajam dan saya harapkan happy end.
  33. Zahra Melati (28)
    Prompt: Hiraeth, Lampu, Hujan. Genre: Supernatural. Keterangan: Karakter utama jangan Mary-Sue/Borderline-Sue. Kalau bisa karakternya punya kekurangan yang jelas (entah soal fisik, psikis, sifat, dll) tapi kalau nggak juga gapapa. Sisanya bebas.
  34. Syahla Raihan Aulia Agisni (45)
    Prompt: Gelap. Genre: Poetry. Keterangan: Boleh full puisi, boleh juga puisinya cuma sisipan di cerita.
  35. Amusuk Giann (34)
    Prompt: Indonesian’s Myth. Genre: Romance. Keterangan: Ficnya berdasarkan legenda2 sini yah (bebas interpretasinya gimana), terus kalo bisa yang FLUFFY.
  36. Meiko Sarasa (17)
    Prompt: Penyihir, Setan, Familiar. Genre: Western (entah beneran koboi-koboian atau mau Eropa, terserah). Keterangan: Fictogemino. Sad Ending.
  37. Hajikelist Uki (13)
    Prompt: Perawan, Gerobak, Asap. Genre: Humor atau Poetry. Keterangan: GenderBender!All (semua karakter cowok jadi cewek, semua cewek jadi cowok), bukan yaoi/yuri/hentai.
  38. Kopi Luwak (3)
    Prompt: Tangis, Mutilasi, Somnophilia. Genre: Angst atau Tragedy. Keterangan: Diutamakan slash.
  39. Li Chylee (6)
    Prompt: Subuh, Dosa, Pengakuan. Genre: Spiritual. Keterangan: Kalau bisa fandomnya yang bersetting Timur Tengah (atau di canonnya emang bisa pindah-pindah dimensi sehingga karakternya bisa menclok di Timur Tengah), tapi kalau nggak juga gapapa. Pengakuan di sini bisa pengakuan dosa atau pengakuan selain dosa.
  40. Ersa Pramesthi Zahra (32)
    Prompt: Psikologi. Genre: Drama atau Family. Keterangan: Kalau bisa fandomnya Fairy Tail, tapi kalau engga bisa ya gapapa. No rated M, No shou-ai. Harus straight. No genderbender juga.
  41. Kna Kain (29)
    Prompt: Gagak, Dini, Lily. Genre: Supernatural. Keterangan: Karakter utamanya tolong paling tua hingga anak kuliahan. Gak boleh bapak-bapak atau ibu-ibu.
  42. Cindy Shafira (25)
    Prompt: Gunung Salju. Genre: Mystery. Keterangan: Kalau bisa tokoh utamanya punya konflik batin yang rumit. Tapi kalau nggak juga gapapa.
  43. Yume Illunis Gref (42)
    Prompt: Langkah. Genre: Hurt/Comfort atau Angst (kalau bisa no Romance). Keterangan: Menceritakan suatu kejadian dari sudut pandang tokoh utama antagonis, dan ada alasan kenapa tokoh itu melakukan hal tersebut (secara implisit).
  44. Livia Andriana Lohanda (30)
    Prompt: Anterograde, Forget-me-not. Genre: Angst atau Tragedy. Keterangan: Akhiri dengan akhir yang “bahagia”.
  45. Moon Karla (21)
    Prompt: Wedding dress, Curse. Genre: Angst atau Mystery. Keterangan: Pair Straight (no yaoi, yuri, genderbender). Diceritakan dari sudut pandang karakter perempuan.
  46. Ayu Erlyanda (5)
    Prompt: Semut merah. Genre: Romance (Fluff). Keterangan: Pair bebas, mau belok lurus atau pun keroyokan. Harus oneshot.
  47. Yucchi Finare (46)
    Prompt: Choir (atau dikenal dengan chorale atau paduan suara); serta musik. Genre: General. Keterangan: Paduan suara yang ada di dunia memiliki beberapa jenis; dibagi berdasarkan tempatnya (paduan suara sekolah/lingkungan/mahasiswa/dlsb), dan dibagi berdasarkan jenis suara (SATB yakni sopran alto tenor bass, unisono yakni satu suara, dlsb). Dari penjelasan ini, saya menginginkan bentuk paduan suaranya SATB, namun cerita bebas berpusat pada interaksi satu tokoh yang kebetulan tenor dengan tokoh lain yang sopran, dsb, alias hanya beberapa tokoh berinteraksi tak masalah. Perihal musik, dalam bidang ini dikenal beberapa tanda dinamika, seperti cresscendo, decresscendo, poco a poco, ritardando, portato, dlsb. Saya menginginkan ada “dinamika” dalam cerita, seperti halnya dalam musik. Kesimpulannya, setting berkisar tentang paduan suara dengan alur berdinamika seperti dalam musik. Karena genre general, bebas berkreasi sebebas-bebasnya. Mau dengan menyanyi jadi punya kekuatan menguasai dunia, bangkitin makhluk astral, atau pasang kontrak iblis demi bisa nyanyi atau apa terserah, asalkan choir dan berdinamika.
  48. Bish Klie (4)
    Prompt: Catur, Resonansi, Kesusastraan. Genre: Drama atau Supernatural. Keterangan: –